SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA SEMOGA BERGUNA BAGI ANDA SEMUA..

Tuesday, April 28, 2015

Konstruksi Kapal

ILMU KONSTRUKSI KAPAL

ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG PERATURAN KONSTRUKSI KAPAL, YANG MELIPUTI :
                        -  MATERIAL KONSTRUKSI
                         - STRUKTUR/ SUSUNAN KONSTRUKSI
                         - PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Secara garis besar Konstruksi Kapal dibagi menjadi tiga bagian :
1. Konstruksi bagian geladak (deck)
2. Konstruksi bagian lambung (hull)
3. Konstruksi bagian alas (bottom)
Sedangkan  Sistem Konstruksi kapal baja, terdapat tiga sistem konstruksi :
1. Sistem konstruksi  melintang
2. Sistem konstruksi memanjang
3. Sistem konstruksi campuran (kombinasi)

Peninjauan sistem konstruksi kapal hanya pada daerah tengah kapal, khususnya pada daerah ruang muat.
Sistem konstruksi melintang atau biasa juga disebut  sistem konstruksi gading-gading melintang adalah :

Struktur/susunan konstruksi kerangka kapal, baik pada bagian geladak, lambung dan alas yang dominan adalah unsur-unsur profil dan pelat yang melintang, disamping ada beberapa profil penumpu yang memanjang. 


Sistem konstruksi memanjang atau biasa juga disebut sistem konstruksi gading-gading memanjang adalah :
Struktur/susunan konstruksi kerangka kapal, dimana baik pada bagian geladak, lambung dan alas yang dominan adalah unsur- unsur profil dan pelat yang memanjang, disamping terdapat profil yang melintang sebagai penumpu.
Sistem konsruksi campuran (kombinasi)  adalah :
Struktur/susunan konstruksi kerangka kapal, dimana pada bagian lambung (dinding sisi kanan dan kiri kapal) menggunakan konstruksi melintang, sedangkan pada bagian geladak dan alas menggunakan konstruksi memanjang.



ALAS GANDA (DOUBLE BOTTOM)
1.   Alas ganda pada sistem konstruksi melintang
     BKI (Biro Klasifikasi Indonesia) menentukan aturan, bahwa kapal dengan panjang (L) lebih dari 50 m diharuskan menggunakan alas ganda.
Alas ganda merupakan konstruksi paling bawah dari bagian kapal, sehingga konstruksinya harus kuat, karena disamping adanya gaya tekan air keatas juga harus mampu menahan beban dari   lambung dan geladak kapal.
             
Bagian yang melintang :                    
Pada bagian yang melintang terdapat wrang-wrang (floors)
Wrang  merupakan balok atau pelat yang dipasang melintang  pada alas kapal sebagai tumpuan pelat alas dan pelat alas dalam.
Untuk  mempermudah   penyusunan  muatan  dan juga mempermudah pembuatannya, maka  wrang dibuat mendatar pada sisi atasnya.
Terdapat 3 macam wrang pada alas ganda :

            1. Wrang alas penuh / wrang pelat
                ( solid floor/ plate floor )
            2. Wrang terbuka (open floor / bracket floor)
            3. Wrang kedap air (water tight floor)


Wrang alas penuh/wrang pelat
Wrang alas penuh adalah jenis wrang yang tidak mem- butuhkan  kekedapan  oleh  karena itu  pada wrang ini dilengkapi  dengan  lubang  peringan  atau lubang lalu orang. Fungsi  lubang disamping untuk  memperingan konstruksi  juga untuk lewat orang pada waktu peme -riksaan.

Pada alas ganda, dianjurkan untuk memasang wrang alas penuh  pada tiap-tiap jarak gading (frame space). Tetapi untuk ekonomisnya wrang alas penuh dipasang sesuai   dengan   ketentuan  / peraturan  BKI  sebagai berikut :

  • Diseluruh ruang muat untuk kapal bermuatan bijih tambang.
  • Dibawah sekat melintang.
2. Jika pada alas ganda tidak seluruhnya dipasang
    wrang alas penuh. maka jarak terbesar antara
    wrang alas penuh tidak boleh melebihi :
    a. 3,2 m untuk kapal dengan panjang L sampai   60 m
    b. 2,9 m untuk kapal dengan panjang L sampai 100 m
    c. 2,6 m untuk kapal dengan panjang L sampai 140 m
    d. 2,4 m untuk kapal dengan panjang L > 140 m

Konstruksi wrang alas penuh terdiri atas pelat dengan  lubang  peringan ( lightning hole )  dan lubang  lalu orang  ( man hole ) serta  penegar tegak.  Pelat  wrang  dilaskan  pada  penumpu tengah,  penumpu  samping,  pelat  tepi, pelat alas dalam dan pelat alas.                                           
 Untuk lewat udara   dan air pada waktu pengi -sian dan pengeringan tangki pada alas ganda, pada  wrang  dibuat  lubang-lubang udara dan lubang-lubang air.








Gambar .1 Wrang Alas Penuh pada Dasar Ganda dengan
Sistem Konstruksi Melintang.
1. Penumpu tengah ( Centre girder )
2. Lubang udara ( Air holes )
3. Penumpu samping terputus ( Intercostal side girder )
4. Lubang jalan air ( Drain hole )
5. Penegar wrang ( Flat bar stiffener )
6. Lubang peringan ( Lightening hole )
7. Pelat margin ( Margin plate )
8. Lubang orang ( Man hole )

Wrang  alas terbuka dipasang pada  tiap-tiap jarak gading diantara wrang alas penuh. Konstruksi   wrang   alas   terbuka  terdiri   dari gading  alas  (bottom frame)  pada  pelat   alas dan gading balik (reversed frame/inner bottom frame) pada  pelat alas dalam, serta dihubung kan   pada  penumpu  tengah   dan  pelat  tepi  antara  penumpu  tengah, penumpu  samping,  dan pelat  tepi untuk  menghubungkan gading  balik  dan gading alas.

Wrang Terbuka (0pen Floor)


Gambar  2. Wrang Alas Terbuka pada alas Ganda dengan
Sistem Konstruksi Melintang
 
1. Penumpu tengah menerus ( Continuous centre girder )
  2. Pelat lutut ( Bracket )
  3. Gading balik ( InneR bottom frame )
 
4. Gading Alas ( Bottom frame )
 
5. Profil penunjang ( Angle strut )
  6. Penumpu samping terputus ( Intercostal side girder )
  7. Penegar ( Flat stiffener )
 
8. Pelat alas dalam ( Inner bottom plate )
 
9. Wrang alas terbuka ( Bracket Floor )
10.Pelat tepi (margin plate)

Wrang Kedap Air (Water Tight Floor)

Dasar ganda dapat digunakan untuk menyimpan bermacam-macam cairan, sehingga membutuh -kan wrang kedap. Fungsi wrang  kedap ini  untuk membagi tangki di dasar kapal ke dalam bagian-bagian tersendiri  secara  memanjang, dan  juga untuk membatasi ruang pemisah (cofferdam). Cofferdam   merupakan  ruang / tangki  kosong  untuk membatasi  antara dua tangki yang berisi cairan yang berbeda. Wrang  kedap  dilaskan  ke pelat   alas,  pelat  alas   dalam,  pelat  tepi,  dan   penumpu  tengah  serta penumpu samping

Bagian yang memanjang :

Pada alas ganda sistem konstruksi melintang, meski – pun  banyak  wrang-wrang  yang  dipasang  melintang, tetapi  di perlukan  juga  dipasang   pembujur  sebagai tumpuan wrang-wrang dan sebagai kekuatan meman -jang   pada   alas  ganda.  Pembujur   tersebut   adalah penumpu tengah (centre girder) dan penumpu samping (side girder).


1.Penumpu tengah
Menurut BKI,  penumpu  tengah  harus kedap air mini -mum 0,5 L pada tengah kapal, kecuali pada alas ganda dipasang penumpu samping yang kedap air.
Penumpu tengah dapat dibuat/diberi lubang peringan (lightning hole),tetapi hanya diluar 0,75 L tengah kapal.   
Ukuran lubang peringan pada penumpu tengah ditentukan sebagai berikut :
            tinggi maksimum
< 0,5 h
            lebar maksimum 
< 0,5 a
dimana : h = tinggi penumpu tengah
              a = jarak gading (frame space)


2. Penumpu samping (side girder)
Penumpu  samping  dipasang ke arah memanjang, dan  penempatannya  (jumlah yang dipasang)  ber -gantung dari lebar kapal. 

Pemasangan  penumpu  samping  ditentukan  oleh BKI, baik  tempat maupun  jumlahnya, seperti diba- wah ini.
Sekurang-kurangnya  satu penumpu   samping  dipa sang dikamar mesin dan pada 0,25 L bagian haluan.
Jika jarak dari sisi kapal kepenumpu tengah > 4,5 m, dipasang satu penumpu samping. Jika jarak tersebut > 8 m,  dipasang  dua  penumpu  samping.  Dan tiga buah penumpu samping jika jaraknya > 10,5 m

Jarak penumpu samping satu sama lain atau dari penumpu tengah dan dari pelat tepi tidak boleh melebihi 1,8 m sepanjang fondasi mesin di kamar mesin, 4,5 m jika 1 penumpu samping dipasang di bagian lain dari dasar ganda, 3,3 m jika 3 penumpu samping di bagian lain dari dasar ganda dan di daerah penguatan dasar bagian haluan kapal jarak antara penumpu tidak boleh lebih dari 2 jarak gading.


2. Alas ganda pada sistem konstruksi memanjang         
Kerangka alas ganda dengan sistem konstruksi memanjang terdiri atas wrang, penumpu tengah, penumpu samping, pembujur alas, dan pembujur alas dalam.
Wrang-wrang pada alas ganda dengan sistem memanjang terdiri wrang alas penuh atau disebut juga pelintang alas (bottom transverse) yang diletakkan tidak lebih dari lima kali jarak

gading dan tidak lebih dari 3,7 m
Disamping dipasang dengan jarak tersebut diatas, wrang alas penuh atau pelintang alas harus dipasang, yaitu dibawah pondasi ketel, di bawah sekat melintang, di bawah topang ruang muat, dan pada alas ganda pada kamar mesin.
Pembujur alas dan pembujur alas dalam

Pembujur alas (bottom longitudinal) dan pembujur alas dalam (inner bottom longitudi - nal) diletakkan / dipasang secara memanjang,
Penegar tegak pada wrang ditempatkan satu bidang dengan pembujur-pembujur alas dan pembujur alas dalam.
Bila pembujur melalui wrang kedap, lubang pada wrang harus ditutup kembali dengan baik sehingga tidak terjadi perembesan cairan, atau pembujur tersebut terputus pada wrang kedap dan dilengkapi dengan pelat lutut (bracket) yang tebalnya sama dengan tebal wrang.

       
              
Gambar. Wrang Alas Penuh (solid floor) pada alas Ganda
dengan Sistem Konstruksi Memanjang


1. Penumpu tengah menerus) ( Continuous centre girder
2. Lubang udara ( Air hole )
3. Pembujur alas dalam ( Inner bottom longitudinal )
4. Pembujur alas ( Bottom Longitudinal )
5. Penumpu samping terputus ( Intercostal side girder )
6. Pelat tepi miring ( Margin plate )
7. Lubang peringan ( Lightening hole )
8. Lubang Orang (Manhole )
9. Lubang air ( Drain hole )



           






Gambar. 3 Pembujur diantara pelintang alas
Sistem Konstruksi Memanjang

1. Penumpu tengah menerus ( Continuous centre girder )
2. Pelat penunjang ( Angle strut )
3. Pelat hadap ( Flange )
4. Pembujur alas dalam ( Inner bottom longitudinal )
5. Pembujur alas ( Bottom Longitudinal )
6. Penumpu samping terputus ( Intercostal side girder )
7. Penegar ( Flat bar stiffener )
8. Pelat tepi miring ( Margin plate )
9. Pelat lutut ( Bracket )

3. Alas ganda pada sistem konstruksi campuran / 
    kombinasi
   
Kerangka alas ganda dengan sistem konstruksi
    campuran diberlakukan sama dengan alas ganda
    dengan sistem konstruksi memanjang, dimana
    pada bagian memanjang terdapat :
    - penumpu tengah (centre girder)
    - penumpu samping (side girder)
    - pembujur alas (bottom longitudinal)
    - pembujur alas dalam (inner bottom longitudinal)
    Sedangkan pada bagian yang melintang terdapat :
    - pelintang alas (bottom transverse)
    - wrang kedap air (water tight floor)

                                                                
 

Monday, March 9, 2015

LAPORAN KERJA PRAKTEK BIRO KLASIFIKASI INDONESIA CABANG UTAMA BATAM GRAHA BKI Jl. Yos Sudarso Kav. 5, Batam, Kep.Riau


LAPORAN HARIAN KERJA PRAKTEK
SURVEY KE-1

Nama Mahasiswa Praktek       : FRANSISKUS REGIS L. SINURAT
NIM                                        : 21090111060014
Nama Galangan Kapal             : PT. BATAM MARINA SHIPYARD
Tanggal Survey                        : 24 Februari 2014
Jenis Kapal                              : TUGBOAT
Hull No.                                  : H-052
Jenis Survey                             : Penerimaan Kelas Bangunan Baru (PKBB)
Item Survey                             : 1. Visual welding internal tank meliputi
-          Steering Room
-          F. O. T 1 ( Kiri, Tengah dan kanan)
-          Daily Tank

 
Macam – macam Cacat Pengelasan:
1.      Visual              : spatters, surface porosity,pin hole, surface cracks, surface cold lap, surface concavity,                                  surface undercut.
2.      Non visual       : Root porosity, root concavity, root cracks, blow hole, incomplete penetration, excessive                                penetration.
3.      Internal            : Slag inclusion, slag lines, internal porosity, worm holes, internal cold lap, incomplete                                      fusion.

Undercut ialah ketika lasan mengurangi ketebalan penampang logam dasar, yang mengurangi kekuatan las dan benda kerja. Salah satu alasan untuk jenis cacat adalah arus yang berlebihan, menyebabkan tepi sendi mencair dan mengalir ke las, ini meninggalkan kesan pembuangan seperti sepanjang las. Alasan lain adalah jika teknik yang buruk digunakan yang tidak menyetor cukup logam pengisi sepanjang tepi lasan. Alasan ketiga adalah menggunakan logam pengisi yang salah, karena akan membuat semakin besar gradien suhu antara pusat las dan ujung-ujungnya. Penyebab lainnya adalah terlalu kecil dari sudut elektroda, elektroda lembab, panjang busur yang berlebihan, dan kecepatan lambat. 

Underfill adalah Perpanjangan lasan wajah atau permukaan akar lasan alur di bawah permukaan yang berdekatan dari logam dasar. Hasil underfill dari kegagalan tukang las untuk benar-benar mengisi sambungan las

Hasil Survey                : Proses welding check diterima dengan catatan dan akan dilaksanakan air pressure  test
Rekomendasi              : 1. Pengelasan pada bracket dan pada angel (konstruksi penopang F.O Daily  Tank       agar diperbaiki)
                                    2. Pengelasan pada sudut pada steering gear room, F.O.T (P/C/S)   agar                     diperbaiki.
Kekuatan las sudut bergantung pada tahanan geser las pada bidang las dengan luas minimum, seperti pada gambar di bawah :
                                      3. See on BKI Mark for all.



 LAPORAN HARIAN KERJA PRAKTEK
SURVEY KE-2

Nama Mahasiswa Praktek        : FRANSISKUS REGIS L. SINURAT
NIM                                        : 21090111060014
Nama Galangan Kapal             : PT. CITRA SHIPYARD
Tanggal Survey                        : 24 Februari 2014
Jenis Kapal                              : TUGBOAT
Nama Kapal                            : Pancaran 812
Hull No.                                   : H-017
Jenis Survey                             : Penerimaan Kelas Bangunan Baru (PKBB)
Item Survey                              : 
-       Load Test Generator protect test
-       Merger Test
The Megger tes adalah metode pengujian pembuatan penggunaan insulasi
Insulation Tester
resistansi meter yang akan membantu untuk memverifikasi kondisi isolasi listrik. Hal ini tentunya bukan tes baru, dan telah digunakan selama beberapa tahun. Salah satu alasan bahwa masih seperti pilihan yang populer adalah karena tak rusak. Tes memang memiliki batas antara 500 dan 1000 volt, sehingga mungkin tidak selalu dapat mendeteksi beberapa tusukan isolasi. Ini biasanya akan menunjukkan jumlah kelembaban, kebocoran arus tidak daerah lembab atau kotor isolasi, dan berliku kesalahan dan kerusakan.
Cara terbaik untuk memastikan bahwa Anda memiliki informasi yang tepat dan bacaan adalah untuk memastikan bahwa Anda menggunakan hak peralatan uji . Untungnya, sedikit peralatan berkualitas tinggi di pasar saat ini.

Spesifikasi MSB                                                         M/B     =  WEICHAI
KW/KA                      : 50 kw                                                     50 kw/ 1500 rpm
Ampere                       : 80,2 A                                                    (P / S) 2012
Voltage                       : 400 volt                                 Alternator = MAGNA PLUS
                                                                                                    S/N    = 36 L
                                                                                                      P      = 50 kw
                                                                                                      V     = 400 volt
                                                                                                       I      = 90,2 A
                                                                                                       F     = 50 Hz
Hasil Survey                :  Proses Load (pengujian Beban terhadap keselarasan genset) Test Generator protect test diterima.
Rekomendasi              :  1. Agar dilakukan penggantian panel pada MSB
2.  Bracker sebagai safety factor dari MSB dan peralatan kelistrikan tidak bisa turun (Shut off). Dikarenakan per/ stelan dari bracker tidak berfungsi.



LAPORAN HARIAN KERJA PRAKTEK
SURVEY KE-3

Nama Mahasiswa Praktek        : FRANSISKUS REGIS L. SINURAT
NIM                                        : 21090111060014
Nama Galangan Kapal             : PT. GALANGAN MERCUSUAR
Tanggal Survey                        : 24 Februari 2014
Jenis Kapal                              : CPO
Hull No.                                  : H-256
Jenis Survey                            : Penerimaan Kelas Bangunan Baru (PKBB)
Item Survey                             :  Ballast G. S Fire system pipeline with pressure 7,5 bar & hydro  test Prosedur hydro test
1.      Mempersiapkan kebutuhan hydro test seperti pressure gauge & pompa, kemudian memompa air ke         sistem pipa kargo ke dengan tekanan tertentu (1,5 x Breaking pressure)
2.      Menutup katup-katup pada ujung sistem perpipaan & memasang pressure gauge pada sisi keluar             pipa kargo  
3.      Mempertahankan tekanan kerja hydro test dalam waktu tertentu, apabila terjadi penurunan tekanan         maka ada indikasi kebocoran

Hasil survey    : tidak terdapat kebocoran pada pipa ballast tank
Rekomendasi  : -
 “uji tekanan hidrostatik "   adalah teknik diagnostik untuk melakukan   tabung reaksi hidrostatik, uji pipahidrostatik,   uji hidro selang,   silinder hydrotest, hydrotest   kapal tekanan & boiler,   uji hidro lintas jalur pipa country, katup, coran, komponen dll untuk kebocoran atau cacat. Itu   peralatan pompa hydrotest digunakan untuk memeriksa komponen yang akan diuji, sedang diisi dengan cairan mampat, biasanya air atau minyak. Dengan bantuan dari perpindahan reciprocating pompa plunger positif menggabungkan bantuan keselamatan yang tepat dan kontrol, tekanan komponen uji perlahan-lahan meningkat ke set point yang telah ditentukan dan ditahan selama waktu yang telah ditentukan. Visual inspeksi selanjutnya dilakukan untuk menentukan apakah ada kebocoran atau tekanan mengurangi dari titik tekanan yang ditetapkan.Sedangkan tekanan yg digunakan itu ialah sebesar 7,5 bar.


Surveyor                                                         Mahasiswa Praktek


Syariful Mahsyar, S.T                        Fransiskus Regis L Sinurat